Foreign

Membuka Mata dan Merangkai Cerita bersama Air Asia

Semasa kecil saya lebih menyenangi pelajaran berhitung daripada mengarang. Pada pelajaran Matematika/ Berhitung saya bisa mendapatkan nilai sempurna, sedangkan pada pelajaran Bahasa Indonesia, dimana selalu ada tugas mengarang ,nilai yang saya peroleh hanya cukup saja. Berhitung itu ilmu pasti sehingga jawabannya antara benar atau salah, sedangkan mengarang adalah pelajaran yang memerlukan daya imajinasi dan pengetahuan yang luas.  Harus saya akui bahwa saya memiliki keterbatasan untuk itu.

Saya tinggal di Tembilahan, kota yang berjarak 8 jam perjalanan dari ibukota propinsi Riau. Di sana tak ada gunung ataupun pantai yang biasa diceritakan sangat indah pada buku Pelajaran Bahasa Indonesia. Saya juga tidak pernah berlibur ke rumah nenek karena nenek tinggal bersama kami, tidak seperti Budi atau Ani pada buku Pelajaran Bahasa Indonesia yang sangat senang berlibur ke rumah nenek sambil berlarian di pematang sawah. Terlebih lagi saya berasal dari keluarga yang menganggap liburan bukanlah kebutuhan primer, walaupun kami bukanlah orang yang tidak mampu, sehingga saat liburan sekolah biasanya hanya diisi dengan kegiatan membantu orang tua berjualan.

Ketika remaja saya hijrah ke Yogyakarta untuk melanjutkan kuliah, disinilah saya mulai merasakan kesejukan gunung atau mendengar deburan ombak. Hal-hal indah yang dulu hanya ada secara teori namun kini bisa saya rasakan sendiri. Bersama teman-teman kampus saya senang melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata, seperti Dataran Tinggi Dieng, susur pantai di Gunung Kidul, Bromo, Green Canyon, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun tentunya perjalanan itu hanya sebatas daerah-daerah di Yogyakarta dan sekitarnya yang masih bisa ditempuh dengan sepeda motor ataupun kereta api ekonomi. Maklum saja, dana jalan-jalan hanya dari hasil menyisihkan uang bulanan kiriman orang tua.

Sejak saat itu menulis bukanlah hal yang sulit lagi. Saya mencoba menulis tentang perjalanan di blog dan rasanya cukup menyenangkan. Saya bisa menulis dengan cukup mengalir karena memiliki pengalaman secara langsung. Ingin rasanya memperluas area jelajah sampai keluar negeri dan melukiskan kisahnya.

Hal itu terwujud setelah saya bekerja dan memiliki uang sendiri. Negara pertama yang saya kunjungi sama seperti orang kebanyakan yaitu Singapura. Kemudian berturut-turut Malaysia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, Macau, Hongkong. Beda negara beda pula pengalamannya, mulai dari kekaguman atas kemajuan Singapura, Macau, Hongkong, lalu takjub dengan keindahan Li River, sampai pengalaman tersesat naik sepeda motor ke Cu Chi Tunnel di Vietnam.

Saya tak pernah bermimpi bisa mengunjungi negara-negara tersebut. Masa kecil saya bagaikan katak dalam tempurung yang tak tau bagaimana luasnya dunia, untungnya setelah dewasa dapat bertransformasi dengan cepat, sampai saat ini mampu menjelajahi lebih dari 7 negara berkat bantuan Air Asia.

Menariknya lagi, semua tiket tersebut adalah tiket promo free seat. Bayangkan, betapa bahagianya saya karena hanya perlu mengeluarkan uang 1,5 jutaa rupiah untuk merasakan imlek di Guilin, Tiongkok. Pada Desember 2014 nanti Insya Allah saya akan melakukan perjalanan 10 hari ke 6 kota di 3 negara (Jakarta, Phuket, Bangkok, Siem Reap, Phnom Penh, HCMC, Hanoi, Bangkok, Jakarta) hanya dengan harga kurang dari 2 juta rupiah untuk 5 penerbangan. Murah bukan? Bersaing merebut tiket promo dan menjadi pemenang itu bahagianya seperti mendapat durian runtuh.

Terima kasih untuk Air Asia yang sudah membantu saya membuka mata dan merangkai cerita dalam menjelajah dunia. Saya masih akan mengandalkan Air Asia sebagai budget airlines untuk menuju destinasi-destinasi lainnya yang menjadi incaran saya. Selamat ulang tahun, semoga tetap jaya dan semakin luas wilayah jangkauannya. Dan semoga tetap memperhatikan aspek safety dan ontime schedule seperti yang telah dijaga selama ini.

IMG_4375 IMG_4864

IMG_0571 IMG_3591

PS:

Tulisan ini dibuat dalam rangka “kompetisi blog 10 Tahun Air Asia Indonesia”

Advertisements

3 thoughts on “Membuka Mata dan Merangkai Cerita bersama Air Asia

  1. Moga dapat Juara ya, aku sebenarnya ngga suka jalan2 karena ngga suka melewati perjalanannya, kalau bisa berteleport seperti Hermione dkk, aku pasti suka jalan2…. Good luck

  2. Kerennn mas hee :)) so inspiratif..
    Aku kenal “traveling” juga dari kamu semoga bisa ngikutin jejak mu keliling dunia pke air asia 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s