Foreign · Korea

Jalan-Jalan ke Korea, Part 4 : Seongsan Ilchulbong

Hari ketiga…

Tidur yang pulas  membuat badan bugar kembali. Kami siap menjelajah Jeju! Sebelum berangkat, kami sarapan dengan perbekalan dari Indonesia. Ada indomie goreng, telor ceplok, ikan teri, dan juga rendang. Ditambah segelas milo yang menghangatkan.

IMG-20150414-WA0010 IMG-20150414-WA0013

Slow Terminal Guest House letaknya persis di sebelah Jeju Intercity Bus Terminal. Dari terminal ini kita dapat menjelajah seluruh Pulau Jeju. Lokasinya yang strategis sangat menguntungkan sehingga kami bisa jalan-jalan hemat dengan bus. Untuk pembayarannya bisa menggunakan T-Money atau bisa juga langsung beli tiket di terminal.

Tap in T-Money
Tap in T-Money

Tujuan pertama kami adalah Seongsan Ilchulbong, tempat yang terkenal sebagai sunrise peak. Sebelumnya, Lee sudah memberikan arahan cara menuju ke sini. Untuk lebih memastikan, saya bertanya lagi di terminal. Di sini ada tourist information center, kita bisa bertanya tentang rute dan tarif bus. Dijamin informasinya akurat, tak perlu was-was ditipu calo seperti yang banyak  terjadi di terminal-terminal bus Indonesia.

Rute bus di Jeju

Perjalanan menuju Seongsan Ilchulbong ditempuh selama 1.5 jam, sepanjang jalan banyak terlihat buah jeruk yang segar menguning. Jeju Orange namanya, jeruk khas Jeju. Selain itu, mata juga dimanjakan dengan pemandangan cantik bunga canola berwarna kuning yang sedang bermekaran. Bunga ini menjadi landmark-nya Pulau Jeju seperti banyak terlihat di poster promosi pariwisata.

Di dalam bus saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu berumur sekitar 50 tahunan. Beliau naik bus dengan 2 orang temannya. Temannya duduk di kursi belakang. Mungkin mereka sedang liburan.

Kemudian si ibu mengajak mengobrol…

~!@#$%^“, sapa si ibu dalam bahasa Korea yang tak saya mengerti.

“Ohh, I’m from Indonesia”, jawab saya sekenanya. Tentu pertanyaan pertama tentang asal, bukan? Hehehe…

“Haaa… In-Do-Ne-Sia!”, si ibu antusias. Untung saja si ibu tidak bertanya Indonesia itu dimana? Hehehe…

Lalu si ibu menyampaikan kepada 2 orang temannya dalam bahasa Korea, “!@#$%^*&^%$#@#%^ Indonesia“, yang dalam terjemahan bebas saya menjadi, “Hei teman-teman, pemuda tampan ini dari Indonesia”. 🙂

Waktu berlalu, kami terus saja ngobrol-ngobrol gak jelas :-). Kemudian si ibu menunjuk sebuah bukit yang tampak dari kejauhan, dalam hati saya: “ohh itu Seongsan Ilchulbong, kami sudah hampir sampai”.

Beberapa menit kemudian pak sopir menginformasikan saatnya kami turun. Saya berpamitan dengan si ibu, dadah-dadahan… Orang-orang tua kadang cukup antusias bertemu dengan orang baru yang ganteng. Mungkin mereka jarang ngobrol dengan anak muda yang ganteng.

Bersamaan dengan kami turun juga seorang mbak Korea. Karena melihat kami agak kebingunan, si mbak lalu dengan senang hati menunjukkan arah Seongsan Ilchulbong, kebetulan dia juga melewati arah yang sama. Melalui jalanan yang ramai dengan cafe dan restoran (ada starbucks dan dunkin donuts juga), kami tiba di pintu masuk Seongsan Ilchulbong.

IMG-20150414-WA0139

Hujan turun seketika, tidak deras tapi cukup awet, daripada hujan-hujanan kami terpaksa  membeli jas hujan plastik. Tau gitu bawa dari Indonesia aja, beli di Indomaret tentu akan lebih hemat 😦

IMG-20150414-WA0117 IMG-20150414-WA0111

Seongsan Ilchulbong adalah sebuah bukit yang di sisi timurnya terlihat pemandangan laut Jepang. Nah, dari atas bukit itu seharusnya akan terlihat pemandangan matahari terbit yang menakjubkan. Tapi boro-boro melihat matahari terbit sebelum fajar, jam 11-an begini saja cuacanya masih dingin banget.

IMG-20150414-WA0074 IMG_8297IMG_8272

Sebelum menaiki anak tangga, mata akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan padang rumput yang hijau. Saya suka yang hijau-hijau, berlama-lama disini sangat menenangkan. Meskipun cukup tinggi, anak tangga yang dinaiki cukup mudah, bisa untuk anak-anak dan lansia juga. Sesampainya di puncak pemandangannya tak kalah cantik.

IMG_8284
Matahari akan nongol “seolah-olah” dari laut di belakang saya

IMG_8286

Selanjutnya tujuan kami adalah menikmati hamparan bunga canola yang sedang bermekaran. Saya belum tau lokasi persisnya dimana, yang jelas tidak jauh dari Seongsan Ilchulbong ini. Sepanjang jalan tadi memang banyak, tapi tak mungkin turun dari bus hanya untuk foto-foto. Saya bertanya di salah satu souvenir shop, sayangnya tak membuahkan hasil karena kendala bahasa. Akhirnya kami putuskan untuk naik taksi saja dengan menunjukkan bunga canola ini ke sopir taksi. Sang sopir mengangguk tanda mengerti.

Taksi melaju kencang. Selang beberapa menit, di sebelah kanan jalan terlihat hamparan bunga canola.

“Nah, itu dia!”, kata saya antusias.

“Bukan, masih di sana!”, jawab pak sopir sambil menunjuk ke arah jalan di depan. (Saya artikan demikian karena taksinya masih melaju kencang)

“Baiklah, mungkin di sana ada yang lebih bagus”, batinku.

Taksi semakin jauh meninggalkan Seongsan Ilchulbong. Sepertinya tidak mungkin sejauh ini, tapi kami tak punya pilihan lain selain duduk manis. Sampailah kami di tempat antah berantah. Banyak mobil pribadi, bus pariwisata, dan juga taksi. Tak terlihat ada bus umum, bagaimana pulangnya nanti ya? Ya sudahlah jalani saja dulu.

Saya melihat-lihat sebentar. Kami berada pinggir pantai, ada gereja dan ada mercusuar… Clue tersebut langsung menjawab pertanyaan dimanakah kami. Kami berada di Seopjikoji. Tempat ini sengaja saya skip dari rencana awal karena tidak ada jalur bus. Tapi ternyata sampai juga kami ke sini, mungkin jodoh :-).

Sebenarnya tempatnya cukup menarik, jalur jalannya nyaman, dan pemandangannya lumayan. Tapi bukan itu yang kami cari. Kami mencari hamparan bunga canola. Sejauh mata memandang tak terlihat bunga itu. Mungkin di sekitar mercusuar! Kami berjalan ke sana. Angin yang berhembus sangat kencang membuat kami tidak begitu menikmati pemandangannya. Kami hanya fokus menuju mercusuar. Benar saja, ada bunga canola di dekat mercusuar! Tapi tak semerbak, tanamannya jarang-jarang, dan bunganya belum mekar semua. Kami agak kecewa!

IMG-20150414-WA0030

Tak perlu berlama-lama lagi di Seopjikoji, kami putar arah ingin kembali ke Seongsan. Oya, sebenarnya gereja di Seopjikoji ini cukup menarik. Bukan gereja beneran , tapi bagian dari property drama pupuler All In yang dibintangi Song Hye Kyo. Jadi interior-nya semacam behind the scene drama tersebut. Sayangnya waktu kami terbatas, jadi harus meninggalkan tempat ini.

Kami mencari taksi, tapi tak ada satupun yang kosong. Taksi yang standby sudah dipesan pulang pergi. Untungnya ada seorang bapak yang berbaik hati menelponkan taksi untuk kami, si bapak menelpon taksi “english”. Dari situ saya tau kalau di Korea ada dua jenis taksi, salah satunya taksi dengan service bahasa Inggris. Saya lupa nama taksinya, tapi di body taksi ada tulisan “ENGLISH”. Meskipun bapak sopir tidak bisa bahasa Inggris, beliau akan menelpon call center sebagai penerjemah. Dan untungnya lagi, penumpang tidak dikenakan tambahan biaya pulsa 🙂

Kami menuju Seongsan. Saya bilang ke pak sopir menuju halte bus terdekat dari Seongsan Ilchulbong, karena dari halte itu kami akan kembali ke Jeju. Saya tidak bilang mau ke ladang bunga canola karena tidak tau namanya dalam bahasa Korea. Nanti ketika sudah dekat ladang bunga canola baru saya minta stop sebentar.

Kami sampai di jalan raya yang banyak bunga canola-nya, saya minta pak sopir untuk stop. Pak sopir kaget dan terlewat beberapa meter di depan. Si bapak kemudian mengerti maksud kami lalu memundurkan taksinya dan mencari area parkir. Sebenarnya di jalan raya itu jarang ada kendaraan yang berhenti, tapi daripada susah mencari taksi lagi maka kami minta si bapak menunggu. Dan benar saja, inilah ladang bunga canola yang kami cari. Langsung deh jepret-jepret. Kuning semerbak seluas mata memandang, cantik seperti yang di poster-poster.

IMG-20150414-WA0032_1 IMG_8307

Setelah puas berfoto kami kembali naik taksi untuk menuju halte bus. Pak sopir tidak tau persis halte bus yang ingin kami tuju. Saya kasih patokan, “bawa kami ke halte bus terdekat dari Seongsan Ilchulbong“. Di sana nanti kami akan menyebrang ke halte di depannya dan naik bus dengan nomer yang sama ketika datang. Tentu kami akan sampai kembali ke Jeju Intercity Terminal, bukan?

Sampailah kami di halte tersebut. Saya melihat-lihat sekitar apakah ini halte kedatangan pagi tadi? Mbak call center menanyakan apakah tujuan kami sudah benar dan dia juga membantu mengecek rute bus. Karena cukup yakin maka kami turun dari taksi dan menunggu bus di depan halte yang saya kira halte kedatangan tadi. Oya, di setiap halte bus ada monitor info kedatangan bus. Jadwalnya cukup akurat, estimasi posisi bus juga disertakan. Hanya saja untuk lokasi tujuannya saya kurang memahami karena menggunakan tulisan hangul.

Jpeg

Saat naik bus, saya pastikan ke pak sopir tujuan kami “Jeju Intercity Bus Terminal”. Si bapak mengangguk maka kemudian kami duduk. Setelah sekitar 2 jam perjalanan sampailah kami di perhentian terakhir, bus memasuki terminal dan kami siap-siap turun. Tapi, koq tidak seperti Jeju Intercity Bus Terminal? Dan benar saja, kami nyasar ke Seogwipo, bagian selatannya pulau Jeju. Mungkin bapak sopir tadi hanya mendengar “Intercity Bus Terminal”. Nama terminal ini juga demikian, yaitu Seogwipo Intercity Bus Terminal. Saya baru menyadari hal itu. Tau gitu, tentu saya akan menekankan kata Jeju daripada Intercity Bus Terminal. Tak terasa dan tanpa direncanakan perjalanan kami hari ini malah menyusuri Pulau Jeju dari utara sampai selatan melalui sisi timur. Terpaksa kami naik bus lagi dari Seogwipo menuju Jeju selama 2 jam perjalanan.

 2 3

Sesampainya di Slow Terminal, saya cari info tentang bunga canola di Seopjikoji. Hasilnya, memang Seopjikoji salah satu tempat terbaik untuk menikmati bunga canola. Jadi sopir taksinya tidak bermaksud menipu kami, kami hanya kurang beruntung. Saya kemudian menanyakan nama bunga ini kepada Lee, nama Korea-nya Yuchae Kot. Kadang dikenal juga dengan nama rape flowers. Saya beruntung bisa menyaksikan pemandangan bunga canola ini mesti harus tersesat 🙂

IMG_8305

Advertisements

4 thoughts on “Jalan-Jalan ke Korea, Part 4 : Seongsan Ilchulbong

  1. slow terminal guesthouse t4 nginap Mas Yusnadi di jeju tdk bs saya temukan di booking.com, boleh tolong bantu Mas Yusnadi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s