Foreign · Japan

Japan, Do It Yourself!

Jepang memang terkenal sebagai negara yang mahal, ini karena living cost-nya yang tinggi. Hal tersebut meliputi transportasi, makan minum, dan penginapan. Tapi hal tersebut bisa disiasati. Menyiasati bukan berarti menjadi sengsara. Poinnya adalah value for money, bagaimana memanfaatkan dana yang ada untuk memperoleh hasil yang maksimal. Berikut ini cara saya “maksimalkan” item-item tersebut.

 

A. TRANSPORTATION

Yang akan saya bahas adalah transportasi selama di Jepang. Tapi sebelum itu sekilas akan saya infokan tentang transportasi dari Indonesia ke Jepang. Sudah menjadi rahasia umum kalau Air Asia sedang promo maka tarifnya tak akan tertandingi. Saya mendapatkan tiket Jakarta-Haneda pulang pergi seharga 2.6 juta rupiah. Tarif tersebut tanpa bagasi, harus transit di KL, dan tanpa in-flight entertainment. Namanya juga low cost carrier… Jika ingin maskapai full service, anda bisa berburu tiket saat travel fair. Ada Garuda Travel Fair (GATF), Japan Travel Fair, atau travel fair dari biro-biro perjalanan. Travel fair tersebut rutin diadakan sepanjang tahun. Disana anda bisa mendapatkan penerbangan langsung Jakarta-Tokyo dengan harga yang ekonomis, kisaran 3.5-4.5 juta rupiah pulang pergi. Pilihan maskapai diantaranya Garuda Indonesia atau ANA…  Maskapai full service lainnya seperti Malaysia Airlines dan Vietnam Airlines belakangan juga sering memberikan promo secara online, tetapi penerbangannya transit di KL. Lalu, bagaimana mendapatkan informasi promo tersebut? Subscribe email ke masing-masing maskapai atau follow forum jalan-jalan.

Balik lagi tentang transportasi selama di Jepang, transportasinya memang mahal. Sebagai gambaran, naik shinkansen (bullet train atau kereta cepat Jepang) dari Tokyo menuju Shin Osaka harganya 8,750 yen atau senilai 1 juta rupiah. Bisa dibayangkan berapa banyak pengeluaran untuk transportasi jika mengunjungi banyak kota! Solusinya adalah dengan membeli tiket terusan.  Saya membeli JR Pass, berikut ini penjabaran tentang JR Pass.

The Japan Rail Pass (JR Pass)

Info tentang JR Pass dibahas tuntas di www.japan-guide.com. The Japan Rail ini semacam PT KAI. Dengan membeli JR Pass, saya bisa naik Japan Rail sepuasnya, dari utara sampai selatan. Bukan hanya kereta, ada beberapa transportasi lain, yang masih satu bendera dengan JR,  diberikan secara gratis juga. Lihat saja website di atas untuk info selengkapnya.

JR Pass ini dijual untuk turis,  belinya di negara asal. Saya membelinya saat Garuda Travel Fair di Jakarta dengan harga 3,552,000 rupiah untuk durasi 7 hari. Mahal? Kelihatannya begitu, tapi coba perhatikan rincian penggunaanya di bawah ini. Tabel di bawah adalah harga jika membeli satuan (bukan dengan JR pass).

Rute Yen Rupiah
Tokyo – Kanazawa 7,340.00 844,100.00
Kanazawa – Toyama 970.00 111,550.00
Toyama – Shin Osaka 5,620.00 646,300.00
Shin Osaka – Kyoto PP (6 x 560) 3,360.00 386,400.00
Shin Osaka – Hiroshima PP (2x 5,620) 11,240.00 1,292,600.00
Shin Osaka – Tokyo 8,750.00 1,006,250.00
Dalam kota 2,500.00 287,500.00
Total 39,780.00 4,574,700.00

Jika membeli satuan, pengeluaran saya sekitar 4,5 juta rupiah. Dengan membeli JR pass, saya hemat sekitar 1 juta rupiah. Itu contoh dengan ritme perjalanan yang standar, jika ingin seru-seruan keliling jepang dari ujung ke ujung tentu akan lebih ekonomis lagi. Coba perhatikan betapa luasnya covarage area Japan Rail di bawah ini:

sumber: japan-guide.com
sumber: japan-guide.com

Ketika membeli JR Pass, kita tidak langsung mendapatkan tiket melainkan hanya diberi bukti pembelian. Bukti pembelian tersebut ditukar di loket JR ketika tiba di Jepang. Saya menukarkannya di Bandara Haneda Tokyo di JR EAST Travel Service Center. Lokasinya di dekat Tokyo Monorail 2F Ticket Gate/Arrival lobby.

Penghitungan awal pemakaian dimulai setelah pertama kali tap in, lalu akan berakhir pada tengah malam (23.59) tujuh hari kemudian. Jika pada jam 23.59 hari terakhir kita masih berada di dalam kereta bagaimana? Gapapa, waktu terakhirnya menjadi setelah turun dari kereta. Gak mungkin kan kita dilempar ke  jendela, hehehe… Perlu diketahui bahwa gate masuk ke stasiun bagi pemegang JR Pass berbeda dengan penumpang umumnya. Gate untuk pemegang JR Pass biasanya paling pinggir karena akan dicek oleh petugas (tidak auto).

Selain JR Pass, ada banyak Pass lainnya yang tersedia di Jepang. Misalnya rail passes, city passes, dll. Pilihlah sesuai kebutuhan, terutama dalam hal jangkauan, biaya, dan durasi. Info lengkap ada DISINI. Waktu itu saya membeli Kyoto One Day Bus Card seharga 500 yen (setara 57,000 rupiah) sebagai pelengkap.

 

B. ACCOMODATION

Selama 8 hari di Jepang, saya memilih menginap di apartemen (ditambah semalam di bandara). Total 4 apartemen berbeda sepanjang perjalanan. Saya memesan apartemen di airbnb. Ada ratusan apartemen tersedia, saya memilihnya berdasarkan 2 kriteria. Pertama, dekat dengan JR Station supaya tidak perlu naik transportasi lain lagi dari dan ke apartemen. Kedua, memiliki dapur agar bisa memasak/ menghangatkan makanan. Berikut rincian harga sewa apartemen saya:

Lokasi Durasi
(hari)
Per Malam
(rupiah)
Total (rupiah)
Kawaguchiko 1 1,072,500.00 1,072,500.00
Tokyo 2 1,830,400.00 3,660,800.00
Toyama 1 1,415,700.00 1,415,700.00
Shin Osaka 3 568,000.00 1,704,000.00
Total 4 orang    7,853,000.00
Per-orang    1,963,250.00

Kesimpulan saya tentang apartemen tersebut:

  • Dari segi lokasi (dekat dengan stasiun): Apartemen di Kawaguchiko, Tokyo, dan Toyama masuk kategori “paling oke”.
  • Dari segi fasilitas: Apartemen di Toyama, dan Shin Osaka masuk kategori “oke”. Dan apartemen di Tokyo masuk kategori “super oke”. Toiletnya canggih!
  • Dari segi luas area: Apartemen Toyama dan Shin Osaka juaranya.
  • Dari segi ekonomis: Apartemen Shin-Osaka saya beri predikat “super ekonomis” dengan fasilitas yang oke.

Ada dua nilai plus lagi dari apartemen-apartemen tersebut. Yang pertama, tersedianya mesin cuci lengkap dengan deterjen. Sehingga semua pakaian kotor dapat langsung dicuci. Baru kali ini saya pulang jalan-jalan tanpa membawa pakaian kotor 🙂 Yang kedua, tersedia wi-fi router yang bisa dibawa jalan-jalan. Kalau orang lain mesti menyewa router seharga 500-600 ribu, saya cukup bawa router dari apartemen. Baru kali ini juga jalan-jalan di luar negeri internetan jalan terus.

Menginap di apartemen itu sifatnya self service. Seringnya saya tidak bertemu dengan pemiliknya secara langsung. Kunci ditaruh di dalam box dengan kode tertentu. Jika ada keluhan bisa tanya-tanya via wa atau message. Kita diberi kepercayaan sepenuhnya untuk menjaga perabot dan perlengkapan. Secara keseluruhan saya puas dengan semua apartemen yang saya pilih.

d116ef07_original 4fb42268_original3cdcb2ef_original b5ae9160_original

C. MEALS

Seperti yang disebutkan di atas, saya memilih apartemen agar bisa memasak/ menghangatkan makanan, karena selama di Jepang saya lebih mengandalkan perbekalan. Ada beberapa alasan, yang pertama tentu untuk menghemat pengeluaran. Yang kedua agar lebih praktis. Tempat makan halal jumlahnya terbatas, dengan membawa bekal kita bisa makan kapanpun. Perbekalan utama yang dibawa adalah rendang, teri sambal, sarden, dan juga mie instan.

Membawa makanan basah ke cabin pesawat regulasinya masih belum jelas, kadang tembus dan kadang juga gagal. Kalau gagal, terpaksa makanan ditinggal di bandara. Mungkin masih tergantung pada petugasnya. Supaya aman makanan sebaiknya disimpan di bagasi, tapi akan jadi dilema jika tidak memiliki bagasi.

Jadi, untuk makan yang saya perlukan hanyalah nasi. Untungnya nasi bukanlah hal yang langka. Di convenience store seperti lawson atau 7-eleven banyak tersedia nasi yang sudah matang, tinggal dihangatkan di microwave. Harga satu bowl sekitar 20-30 ribu rupiah. Rasa nasinya menurut saya lebih enak daripada nasi di Indonesia. Sampai-sampai saya membawa pulang beberapa bowl nasi Jepang ini 🙂

Untuk non muslim pilihan makanannya tentu lebih gampang. Di lawson tersedia juga nasi lengkap dengan lauk. Atau kalau ingin cemilan/gorengan siap saji, yang tampak menggugah selera, juga banyak di lawson-lawson yang jumlahnya bertebaran seperti Indomaret di Cilegon:-)

Sebagai pelengkap nutrisi, saya juga kadang memasak telur dan sayuran. Atau untuk membangkitkan selera makan, indomie rebus telur dipagi atau malam hari juga jadi pilihan, hehehe.

Total pengeluaran untuk makan-minum selama 8 hari lebih kurang 800,000 rupiah

p_20151006_155225

***

Secara keseluruhan, pengeluaran selama di Jepang adalah:

No Item Pengeluaran
1 Tiket Pesawat 2,640,000.00
2 JR Pass 3,552,000.00
3 Penginapan 1,963,250.00
4 Makan-Minum 800,000.00
5 Contingency 1,000,000.00
6 Tiket Masuk, Bus, Subway 2,000,000.00
Total 11,955,250.00

Item 1-5 merupakan item wajib, totalnya sekitar 10 juta rupiah. Sedangkan item 6 bersifat customized, disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Item 6 saya di atas didominasi jalan-jalan ke Tateyama Kurobe Alpine Route yang mahalnya pakai banget. Kesimpulannya, dengan 10 juta bisa banget KELILING JEPANG dengan cara yang nyaman. Mau yang super nyaman, convert penerbangannya ke maskapai yang full service. Do it yourself!

Happy Traveling 🙂

Advertisements

7 thoughts on “Japan, Do It Yourself!

  1. Wah pintar sekali bisa menyiasati uang selama delapan hari di Jepang. Dan aku baru tau perbedaan gate JR Pass ini. Oh iya, kalau boleh tau lagi, beli tiket di Garuda Travel Fair di Jakarta itu pakenya kartu kredit tertentu ya mas? XD

    1. Kalo yg di jakarta (yg sudah2) dpt cashback bagi pengguna kartu kredit BNI. Tp blkgn ada jg cashback bagi pengguna debit card_nya (walau tdk sebesar credit card)

  2. Dear mas Yusnadi,

    Blognya inspiratif banget, kalau boleh bisa gak ya dishare link airbnb selama di Tokyo kemaren, trus kalau menurut Mas sendiri selama di Tokyo dan sekitarnya JR Pass ini ngebantu gak ya? Tempat wisata umum banyak dilalui Line JR kah? Saya April rencana ke Jepang mau pakai JR Pass, karna ada rute Tokyo-Kyoto-Osaka-Tokyo, menurut mas efektif gak ya kalau pake JR? Tks before mas.

    1. Ini mbak link-nya https://www.airbnb.co.id/rooms/4883273

      Karena saya “keliling Jepang” maka JR Pass membantu banget mbak. Rute tokyo-Osaka-Tokyo juga masih ekonomis pakai JR Pass. Kalau untuk Tokyo, spot2 mainstream ter-cover oleh JR pass (kecuali asakusa). Untuk kyoto enaknya beli bus pass.

      Untuk lebih akurat, mbak buka hyperdia.com… Masukkan rute-rute perjalanan mbak, disana akan kelihatan cost totalnya. Jadi tinggal bandingkan dengan harga JR Pass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s