Foreign · Japan

Japan Series #1 : Pengalaman Menginap Di Bandara Haneda, Tokyo

#Day 1:

Pesawat Air Asia yang membawa saya dari Kuala Lumpur mendarat mulus di Bandara Haneda pada pukul 22.30 waktu Tokyo (GMT +9). Lega rasanya setelah melewati perjalanan panjang dari pagi (bahkan dari dinihari kalau dihitung start dari Cilegon). Trip kali ini saya pergi dengan 3 orang teman: Valzon, Dinar dan Mbak Eni (kakaknya Dinar). Saya, Dinar, dan Mbak Eni memanfaatkan bebas visa dengan cara mengganti paspor lama menjadi e-passport terlebih dahulu (cek ceritanya DISINI), sedangkan Valzon tetap menggunakan paspor lama sehingga harus apply visa.

Selamat Datang di Haneda, Tokyo
Selamat Datang di Haneda, Tokyo

Malam ini kami menginap di Bandara. Ide menginap di bandara ini atas usulan saya. Valzon dan Dinar bukan tak mampu menyewa hotel dan membayar taksi. Mendarat di malam hari the worst case-nya adalah harus naik taksi menuju hotel karena transportasi umum hanya beroperasi sampai jam 24.00. Nah daripada mengeluarkan duit yang cukup besar untuk bayar taksi dan hotel maka saya usulkan menginap di bandara. Lagipula kami cuma butuh istirahat sebentar, paginya akan langsung ke Kawaguchiko. Setelah cukup lama meyakinkan, mereka menyetujuinya.

Saya sudah riset tentang bandara Haneda, terutama mengenai spot untuk istirahat yang paling nyaman. Setelah mengambil bagasi, kami menuju lantai 5 di area hot zone. Menurut beberapa blogger, disini adalah area yang paling nyaman. Suasana malam itu cukup sepi, lampunya redup, AC tidak terlalu dingin, dan dekat dengan toilet. Ada sofa melingkar di depan toko Hello Kitty. Kebetulan masih kosong, maka kami putuskan beristirahat disini.

img-20151004-wa0080img-20151004-wa0076

Bandara Haneda ini tidak terlalu besar, terdiri dari 5 lantai (maps-nya bisa dilihat DISINI). Berikut review saya tentang Bandara Haneda:

  • Aman

Saya yang punya rasa was-was berlebih selalu memastikan ini dan itu sebelum tidur. Demi keamanan, saya menyimpan dompet dan paspor di saku celana. Dinar dan Valzon yang sangat cuek tampak tak terlalu khawatir, barang-barang dibiarkan saja disamping. Alhamdulillah semua aman-aman saja. Meskipun beberapa kali terdengar suara lalu lalang, tapi tak ada yang mengusik apalagi  mengusir. Aman dan nyaman pokoknya 🙂

  • Wi Fi & Colokan

Wi fi-nya kencang, bisa online sambil tiduran. Kalau butuh colokan, ada dibeberapa pojokan. Tapi tipe colokan Jepang berbeda dengan colokan Indonesia. Walaupun sama-sama lubang dua, colokan di Jepang bentuknya lebih tipis dan pipih, sedangkan di Indonesia bentuknya bulat. Diantara kami berempat, hanya mbak Eni yang membawa charger yang pas untuk colokan Jepang. Untungnya ada charging station yang menyediakan colokan tipe Indonesia, salah satunya di lantai 1F depan Lawson.

  • Convenience Store

Bedasarkan pengalaman di Korea yang mana convenience store-nya menjual nasi hangat yang enak, maka kami membawa persedian lauk yang banyak berupa rendang dan teri sambal lado. Di bandara Haneda ini terdapat Lawson, lokasinya di lantai paling bawah. Disini beberapa kali saya membeli nasi dan air minum untuk makan malam dan sarapan. Karyawannya ramah, tidak seperti convenience store di Indonesia yang sapaannya terasa dipaksakan hanya untuk menggugurkan kewajiban.

“Selamat datang di ********, selamat berbelanja!”, bahkan suaranya kadang terdengar lirih (kecapean?)

  • Toilet Canggih

Baru kali ini saya takjub melihat toilet umum yang super canggih. Lantainya kering, interiornya bagus, tak berbau, dan menggunakan sistem bidet. Informasi tombol-tombol bidet sangat jelas, tersedia dalam bahasa Inggris dan Jepang (juga Braile). Juga ada instruksi untuk membuang sisa tisu/ pembalut ke dalam closet (kalau di Indonesia biasanya dilarang membuang ke dalam closet kan ya? :-))

img-20151004-wa0070img-20151004-wa0069img-20151004-wa0071

  • Muslim Friendly

Tersedia mushola di lobi keberangkatan lantai 3F, pojokan sebelah kiri. Mushola Pria dan Wanita terpisah, lokasinya bersebelahan. Pintunya selalu terkunci, agar dapat masuk kita minta ijin dulu ke petugas melalui interkom. Tombolnya ada di sebelah kanan bawah. Atau cara lainnya adalah dengan menunggu orang yang mau keluar, karena pintunya bisa dibuka dari dalam. Tempat wudhu ada di dalam. Musholanya dingin dan nyaman.

Disini tersedia juga oleh-oleh halal, persisnya di salah satu toko di lantai 4F, Edo Ko-Ji. Saya berbelanja ketika pulang sekalian menghabiskan sisa recehan yen.

img-20170217-wa0009img-20170217-wa0010

  • Artistik dan Atmosfernya Nyaman

Bangunan di lantai 4F yang merupakan pusat perbelanjaan edo ko-ji cukup menarik perhatian saya. Bangunan-bangunan itu terbuat dari kayu yang desainnya menggambarkan Jepang tempo dulu. Di depan toko dipasang lampion-lampion kertas. Malam hari ketika pertokoan sudah tutup suasananya terasa tenang dan nyaman.

Area lainnya yang tak kalah nyaman adalah observation deck. Disini kita bisa melihat pesawat landing dan take off. Saya mampir kesana sebelum check out dipagi hari. Suhu sangat dingin, menyeruput secangkir coklat rasanya akan sangat menyenangkan 🙂

img-20151004-wa0078img-20151004-wa0081img-20151004-wa0072img-20151004-wa0082 img-20151004-wa0073

Secara keseluruhan, menurut saya pengalaman menginap di Haneda ini sangat menyenangkan. Fasilitasnya lengkap, atmosfernya seru dan sangat aman. Tapi bagi Dinar dan Valzon tidak demikian, sepertinya mereka kapok menginap di bandara karena lebih mengutamakan kenyamanan. Jadi semua balik lagi pilihan kita masing-masing.

img-20151004-wa0077

Advertisements

2 thoughts on “Japan Series #1 : Pengalaman Menginap Di Bandara Haneda, Tokyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s